128-10-93-85-10-128-98-112-6-6-25-126-39-1-68-78

Adakah dari para pembaca semua yang penasaran dengan judul tulisan ini, bagaimana ya melafalkannya?

Ya, tulisan ini berjudul “Satu Dua Delapan Setrip Satu Nol Setrip Sembilan Tiga Setrip Delapan Lima Setrip Satu Nol Setrip Satu Dua Delapan SetripSembilan Delapan Setrip Satu Satu Dua Setrip Enam Setrip Enam Setrip Dua lima Setrip Satu Dua Enam Setrip Tiga sembilan Setrip Satu Setrip Enam Delapan Setrip tujuh Delapan”. Adakah juga yang bertanya-tanya, “Bah, apa pulak maksudnya ini?

Tidak ada yang istimewa dengan judul tulisan ini, karena mungkin saja isinya tidak berkaitan sama sekali dengan angka-angka itu. Angka-angka itu saya peroleh dari halaman belakang buku novel paforit saya karya Dan Brown, “Digial Fortress”.  Nah, yang ada kaitannya dengan tulisan ini adalah apa yang ada dalam novel itu, yakni tentang kriptografi.

“Adalah National Security Agency (NSA), sebuah lembaga paling rahasia dan bernilai miliaran dolar. Ketika mesin pemecah kode NSA yang sudah teruji keandalannya menghadapi sebuah kode misterius yang tidak dapat dipecahkan, badan rahasia itu mengundang kriftografer kepalanya, Susan Fletcher, seorang ahli matematika yang cantik dan cerdas. Hasil temuan Susan memunculkan gelombang yang mengguncang para pemangku kekuasaan.

NSA tersandera… bukan oleh bom waktu atau senjata, tetapi oleh kode yang begitu kompleks, sehingga jika beredar akan melumpuhkan intelijen Amerika…

Dari kekuatan ruang bawah tanah hingga gedung pencakar langit di Tokyo dan Katedral yang menjulang tinggi di Spanyol, sebuah pertarungan hebat terbentang!

Kenapa saya begitu tertarik dengan novel ini? Terus terang, sebelum saya membaca novel itu saya tidak tahu kalau ada ilmu semacam kriptografi (atau kriptologi, mohon dikoreksi andai saya keliru), yang membahas mengenai seluk beluk persandian, dimana matematika berperan besar di sini. Betapa tidak, tokoh utama dalam novel itu adalah Susan Fletcher, seorang ahli matematika.

Para koruptor, kriminal, bandar narkoba, dan mata-mata sudah lelah karena hubungan telepon mereka dapat dengan mudah disadap. Mereka pun dengan cepat merengkuh alat komunikasi global yang baru. E-mail memiliki tingkat keamanan setara pos biasa dan kecepatan sebuah telepon. Karena transfer data terjadi di bawah tanah melalui serat optik yang halus dan tidak pernah dikirim melalui gelombang udara.

Tetapi rupanya, aktivitas e-mail lewat internet pun tidak begitu saja luput dari penyadapan. Kenyataannya, menyadap e-mail ketika memasuki jaringan internet adalah hal mudah bagi para jagoan teknologi intelijen. Tentu saja, ketika para pengguna komputer di seluruh dunia mendapati agen intelijen memiliki akses ke e-mail mereka, cacian yang hebat pun bermunculan. Mereka merasa terganggu dengan pelanggaran privasi ini.

Akhirnya, para programmer di perusahaan-perusahaan di seluruh dunia mencari cara untuk membuat e-mail mereka lebih aman. Mereka menemukannya, dan sebuah sandi kunci publik pun lahir. Sandi kunci publik adalah sebuah program komputer yang mudah digunakan yang berfungsi mengacak-acak pesan-pesan tersebut agar tidak terbaca. Seorang pengguna e-mail bisa menulis surat dan memprosesnya dengan program tersebut sehingga teks yang dihasilkan akan seperti sebuah kode acak tak berarti yang benar-benar tidak masuk akal. Setiap orang yang menyadap pengirim e-mail tersebut hanya akan menemukan teks tak terbaca pada tampilan layar.

Satu-satunya cara untuk bisa memahami pesan itu adalah dengan memasukkan kunci sandi milik si pengirim. Kunci sandi adalah serangkaian karakter rahasia yang berfungsi seperti PIN di mesin ATM. Kunci sandi itu memuat semua informasi mengenai algoritma sandi. Algoritma-algoritma ini berupa operasi-operasi matematis.

Beberapa waktu lalu saya tidak sengaja berkunjung ke blognya mas zaki (pura-pura kenal aja ni ya, padahal ga :)!!?), Saya baca tulisannya yang berjudul: “Menyiasati Penyadapan SMS dengan Enkripsi”. Walau sampai saat ini saya belum bisa mempraktekan apa yang dia jelaskan (karena belum paham he…he…), tapi ilmu yang dia kasih bagus juga bagi yang berniat rahasia-rahasi an🙂.

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pesan khusus untuk suami saya (tidak nyambung ya?!),

“QVWDRIVXOPVODBIX”

Pembaca semua tidak perlu tahu isi pesan itu. Biar tersebar kalau kriftografer NSA bisa memecahkannya. He…he…

One response to “128-10-93-85-10-128-98-112-6-6-25-126-39-1-68-78

  1. “we are watching you”
    pakai Caesarian Box

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s